Nederands sex dates free - Sex chating email id

Baru aku menyadari, lengan Tini ditumbuhi bulu-bulu halus. Dengan menggerakkan pinggul dan kaki, aku diam2 menarik sarungku seolah-olah tak sengaja sehingga kini seluruh batang kelaminku terbuka. ‘Setiap tamu kamu kocok ‘ ‘Engga dong, yang nakal iya, ada juga yang minta. terus gimana‘ ‘Saya emang sedikit kaget, tapi pura2 engga tahu, supaya dia engga kesinggung‘ Bijaksana juga dia. Kali ini tak menyentuh lagi, tapi sudah meremas-remas kedua bulatan di belakang tubuhnya itu. Memang, dia lebih mirip mengusap dibanding mengurut. Benar, dalam mengusap perut Tini beberapa kali menyentuh penisku, tapi tak langsung, masih kehalangan dengan kain sarung. ‘Selesai Pak ‘ katanya begitu selesai mengurut perut. Aku ingin dia mengurut penisku, seperti yang dilakukan kepada customernya. Pertama-tama, dioleskannya ke pahaku bagian dalam yang dekat-dekat kelamin, dan diurutnya. ‘Ehhmmmm kok tumben semangat banget nih‘ tadi malem engga dikasih ama dia ya? Aku makin tegang saja, penisku sudah tegang maksimum, siap untuk digunakan. Sebenarnya saya bukan ngocok, tapi mengurut supaya darahnya lancar, tapi tamunya yang minta sekalian dikocok ‘ Ah ‘ pengin juga punyaku diurut, supaya lancar. ada juga sih yang lama, tapi umumnya 2-3 menit juga keluar. ‘Yang lucu lagi, ada yang udah keluar sebelum disentuh ‘ ‘Ah masa ‘ ‘Anak muda. Waktu saya masuk lagi, dianya udah terlentang dan itunya ditutup pakai handuk. Trus waktu saya ngurut paha kaya sekarang ini lho, terasa basah2 di situ. Dia udah keluar sewaktu telungkup‘ Paha kanan dan kiriku sudah selesai diurut, pelir kanan dan kirikupun sudah beberapa kali disentuh. Dengan ‘dingin ‘nya Tini menutupi kembali kelaminku dengan sarung, lalu. Tini tak protes, tapi dengan amat ’sopan‘ dan lihai dia menghindari kenakalan tanganku sambil terus memijit, seolah-olah tak sengaja menghindar. Akupun segera tahu diri, dia tak suka diganggu oleh majikannya ini. Ketika mengurut di bagian lengan atas telapak tanganku berada di wilayah dadanya. Uuuh bukan main padat dada janda muda beranak satu ini. Tini menyibak sarung yang menutupi perutku, sehingga seolah-olah makin mempertegas menjulangnya penisku. ‘Engga sekalian‘ kataku setengah ragu dan dengan suara agak serak. ‘ ‘Punya Bapak diurut sekalian ‘ ‘ ‘Ah engga perlu Pak, punya Bapak masih bagus, masih sip .. Lalu urutan pindah ke kantung buah pelir dan bergerak keatas ke batangnya, dengan kedua tangan bergantian. Handuk sempit itu hanya sanggup menutup sampai pangkal pahanya saja. Dia masuk ke kamarku untuk membersihkan seperti biasanya. Tapi aku sempat kaget atas tawarannya itu, sebab lagi asyik memperhatikan belahan putihnya. Besok lusa baru tukang pijit langgananku itu janji mau dateng. Tapi kulihat wajahnya serius dan masih tetap polos.

Sex chating email id-20

Dan setelah kami siap tempur, aku tak perlu direpotkan oleh pakaian isteriku. ‘Kamu mijit sekarang ini cape juga dong ‘ ‘Engga dong Pak, kan cuma sekali2 ‘ ‘Kalau Bapak minta tiap hari ? ‘Aturan kaki dulu Pak, baru ke atas ‘ ‘Kenapa tadi engga begitu ? ‘Cerita lagi pengalaman kamu‘ kataku sambil menahan geli. Kedua belah telapak tangannya membentuk lingkaran yang pas di pahaku, lalu digerakkan mulai dari atas lutut sampai ke pangkal pahaku berulang-ulang. Kupelorotkan CD-nya dan kulepas celana dan CD ku juga. Kuarahkan penisku tepat di pintunya yang basah itu, dan kutekan. Dengan perlahan tapi pasti, penisku memasuki liang senggamanya, sampai seluruh batang yang tergolong panjang itu tertelan vaginanya.

Aku tinggal ‘menembak‘ setelah menindih tubuhnya, sebab biasanya baju tidur pendeknya itu akan tersingkap dengan sendirinya ketika aku menindih dan menggeser-geserkan tubuhku‘ Tini memang pintar memijat. ‘ ‘Kan Bapak tadi minta punggung ‘ Lalu naik ke betis, kemudian mengurutnya dari pergelangan kaki sampai lutut, kaki kiri dulu baru yang kanan. ‘ ‘Pengetahuan tentang otot2 tubuh, cara memijat dan mengurut, terus praktek memijat. ‘ ‘Mijitin para senior, engga dibayar ‘ Kedua kakiku sudah selesai dipijatnya. Punyaku memang besarnya sedang2 saja, tapi panjang. Terasa jelas beberapa kali jari2nya menyentuh pelirku yang membuat penisku makin kencang tegangnya.

Cerita ini memang sungguh2 saya alami sekitar setahun yang lalu. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut, berkancing di depan tengah sampai ke bawah, membuatnya makin tampak bersinar.

Setelah aku dapat kiriman URL address Samzara lewat seorang mail-mate dan aku membaca cerita2 serunya, aku terdorong untuk ikut berkisah tentang pengalamanku nyataku ini, walaupun aku sebenarnya bukan penulis.

Di hari pertama Tini bekerja, isteriku terpaksa ambil cuti sehari untuk ‘memberi petunjuk ‘ kepada pembantu baru ini. Selama telungkup ini, penisku berganti-ganti antara tegang dan surut.

Pembaca yang baik, dari sejak diterimanya Tini sebagai pembantu rumah tangga kami inilah kisah nyataku berawal. Aku yakin Tini sudah tahu bahwa aku tak memakai CD. ‘ Mau sih mau, cuman malu dong ketahuan lagi tegang begini. Aku harus berusaha keras menahan diri agar tak hilang kendali lalu menggumuli wanita muda di depanku ini, menelanjanginya dan memasukkan penisku yang sudah tegang ke lubang vaginanya. Ada kawan kantor yang bersedia menerima penisku memasuki tubuhnya, kapan saja aku butuh. Meskipun sarung masih menutupi pantatku, tapi dalam posisi begini, terbuka sampai pangkal paha, paling tidak ‘biji ‘ku akan terlihat. Walaupun udah high begini, aku tak akan memberikan air maniku kedalam vagina pembantuku sendiri. Termasuk sedang mens, tentunya dengan teknik oral kalo bulannya lagi datang. Terus dikocok, supaya segar ‘ ‘Kamu ngocoknya selalu sampai keluar ‘ ‘Iya dong Pak, kan supaya aman. Malah ada yang udah keluar duluan sebelum diurut, cuman kesentuh ‘ ‘Oh .‘ ‘Waktu saya ngerjain perutnya, kalau dianya udah tegang, sering kesentuh ama tangan saya. Setelah selesai pijit belakang, terus kan saya suruh balik badan buat pijit depan. ‘Sekarang atasnya, Pak ‘ Tini lebih mendekat, berdiri di samping kiri perutku dan mulai memijit bahuku, trus dadaku. Kesempatan ini kugunakan buat ‘tak sengaja ‘ menyentuh pantatnya yang begitu menonjol ke belakang, dengan tangan kiriku. Tapi aku tak berani melanjutkan aksi tanganku di dadanya. ‘ ‘Tahu dari mana kamu ‘ ‘Itu ‘ tegangnya masih bagus ‘ katanya. Ekspresi wajahnya biasa2, polos wajar, padahal bicara tentang suatu yang amat sensitif dan rahasia. ‘Ahhh sedapnya” Lalu dengan telunjuk dan ibu jari dipencetnya batang penisku mulai dari pangkal sampai ke ujungnya. Aku segera mengambil posisi yang aman buat mengamatinya, dibalik pintu kaca belakang. Lagipula, apakah aku harus melanggar pantanganku sendiri hanya karena terangsang tubuh polosnya? Ah sudahlah, aku harus bersabar menunggu Senin depan, saatnya dia memijatku lagi. Bulu-bulu di lengannya makin jelas, lumayan panjang, halus, dan berbaris rapi. Demikian gerakannya bergantian antara mengurut dan memencet. Sampai tuntas, sampai kejang melayang, sampai lemas. Hanya bedanya sekarang, waktu menggoyang dan memompa tadi aku membayangkan sedang menyetubuhi Tini! Sejak Tini memijatku kemarin, aku jadi makin memperhatikannya. Seperti waktu dia pagi hari menyapu lantai terkadang agak membungkuk buat menjangkau debu di bawah sofa misalnya. Viterage itu akan menghalangi pandangan Tini ke dalam. Habis mandi dia masih berberes-beres berbagai peralatan cuci, dengan hanya berbalut handuk. Mungkin aku bisa merayunya sehingga dia merasa ikhlas, tak bersalah, memberikan tubuhnya buat kunikmati. Mungkin ini cuma flu atau masuk angin, aku tak perlu ke dokter. Cuman pegel2 badan, kayanya masuk angin ‘ Tini mulai menyapu, kemudian mengepel. Belahan dada itu menyiratkan ‘kebulatan‘ dan mantapnya ukuran bukit-bukit disampingnya. Walaupun aku mulai terrangsang menikmati guncangan sepasang ‘bola’ kembar besar itu, aku segera menghilangkan pikiran-pikiran yang mulai menggoda. Tini ternyata rajin bekerja, isteriku senang karena dia tak perlu banyak perintah sudah bisa jalan sendiri. ‘Dia kan baru dateng 2 hari lagi‘ lanjutnya sambil terus mengepel. Tak apalah sekali2 ngobrol ama pembantu, asal masih bisa menikmati guncangan bukit kembarnya. ‘Entar kalo kerjaan saya udah beres, Bapak mau saya pijitin?

Tags: , ,